Seminar Membangun Merek Lokal Dengan Communal Brand

Seminar Membangun Merek Lokal Dengan Communal Brand

Membangun merek lokal dengan communal brand seminar pertama yang saya ikuti karena keingin tahuan mengenai apa itu branding? Di dalam seminar membangun merek lokal dengan communal brand ini di informasikan bahwa dalam pengembangan bisnis di bagi beberapa tahap bisnis yaitu :

1. Bisnis Komiditi

Bisnis komiditi hampir dilakukan oleh seluruh rakyat di indonesia, karena produk yang dihasilkan oleh rakyat indonesia dari hasil alam seperti beras, gula, garam, kopi dan sebagainya. Komiditi yang level produksinya hanya dari alam alias tanpa proses perubahan yang memberikan nilai lebih dari produk komiditi tersebut.

Bisnis komuditi biasanya dalam partai besar dan tidak memiliki merek dalam proses penjualannya. Dalam menjalankan bisnis ini biasanya para pelaku bisnis komoditi saling bersaing dengan sikut-sikutan.

2. Bisnis Merek

Bisnis Merek lebih pengembangan sebuah produk dari komiditi dengan pengembangan sebuah kemasan, perubahan proses produksi menjadi beberapa level untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah yang lebih baik sehingga menjadi lebih berharga.

Kemudian apa hubungannya dengan kemasan? Kemasan adalah packaging yang memberikan sebuah nilai tambah dengan membuat produk tersebut menjadi lebih baik dan keren.

Ilustrasinya seperti berikut :

Kita membeli sebuah kopi dengan jumlah 1 kilo dengan harga IDR 50.000, kemudian ada warung kopi yang berjualan kopi dengan menjual satu gelas kopi seharga IDR 12.000, kemudian apa yang membedakan dengan starbuks bisa menjual segelas kopi dengan harga satu gelas IDR 40.000.

3. Bisnis Merek dan Service

Jawabannya adalah kenapa harganya kopi starbuks IDR 40.000 hal ini dikarenakan kita membayar sebuah merek dan service yang diberikan oleh starbuks kepada para pelanggannya.

Apakah anda pernah membayangkan pada saat anda datang ke starbuks, pernah memperhatikan hal-hal berikut :

  1. Suasana ruangan yang sejuk dan nyaman menjadi nilai tambah dari suatu produk yang dijual oleh starbuks.
  2. Gaya pramusaji, dalam menyambut pelanggan, senyum yang selalu mengembang disetiap pramusaji baik pria maupun wanita, dan tentu saja wangi.
  3. Kemasan produk, cara menyajikan kopi dengan baik, bersih, dan rapi serta tidak jorok akan memberikan kenimatan bagi para pelanggan untuk menikmati kopi di starbuks.

Karena ke empat hal tersebutlah menyebabkan produk kopi buatan starbuks menjadi lebih mahal dibandingkan kopi yang dijual di warung kopi walau pun dari segi rasa mungkin lebih enak di warung kopi dibandingkan starbuks.

4. Bisnis Ide

Bisnis ide itu seperti franchise yang menawarkan ide untuk memulai bisnis bagi yang tidak memiliki ide. Barang siapa yang menggunakan ide maka harus membayar royalti. Contohnya superman, jika menggunakan superman di dalam produknya maka pengguna superman tersebut harus membayar royalti kepada pemilik ide superman itu.

Apa yang ingin anda capai dalam bisnis

Dari empat jenis bisnis yang telah disebutkan diatas, apa pun keputusan anda dalam mengembangkan bisnis, semua merupakan pilihan anda dalam pengembangan bisnis yang anda miliki. Kaitannya pengembangan merek lokal dengan communal brand adalah bagaimana agar produk yang kita miliki dapat menjadi sebuah brand yang dapat terkenal di dunia, untuk itu kita perlu mengembangkan kualitas dari produk yang kita tawarkan kepada pelanggan, dan tentunya jangan lupa kemasan akan menjadi faktor pendukung dalam meningkatkan kualitas produk anda. Karena produk dan kemasan akan menjadi satu bagian yang tidak terlepas.

Mari kita bangun Merek Lokal dalam menghadapi MEA yang akan segera datang ke Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.