Kilau Pantai Ora Menggoda Wisatawan Dunia

Kilau Pantai Ora Menggoda Wisatawan Dunia

KATA “Amatooo” yang artinya selamat jalan dalam bahasa Ambon, terasa sangat bersahabat terucap dari bibir seorang sopir yang mengantar saya dari Bandara Pattimura, Ambon, Provinsi Maluku menuju pelabuhan kapal di Tulehu selama 1 jam lamanya.

Sambil membawakan tas, dia pun menunggu saya untuk membeli tiket penyeberangan menuju pelabuhan Amahai seharga 135 ribu rupiah. Sejenak menunggu teman tiba, segelas kopi menemani kami berdua sambil membicarakan keindahan Pantai Ora yang menjadi destinasi wisatawan mancanegara.

SENDY ADITYA SAPUTRA Penginapan di Pantai Ora. Pantai eksotis ini terletak di Desa Saleman, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

Tak lama pun teman datang menyapa dari kejauhan dengan senyuman khas masyarakat Ambon Manise. Deru kapal dan suara sirine yang dibunyikan nakhoda kapal tak lama terdengar dari kejauhan pukul 09.00 WITA. Usai berpamitan, kami berjalan menaiki kapal dan mencari nomor tempat duduk sesuai tiket yang dibeli.

Dua jam lamanya terombang-ambing di perairan laut Maluku, kapal cepat bertuliskan “Cantika Torpedo” mulai menuruni kecepatan pada pukul 11.00 WITA. Mata pun mulai melirik ke jendela, tampak dermaga pelabuhan Amahai, Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, ramai oleh para porter berbaju biru berkumpul untuk memberikan bantuan kepada para penumpang untuk membawakan barang bawaan.

SENDY ADITYA SAPUTRA Pantai Ora di Desa Saleman, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

Menuju parkir kendaraan di pelabuhan Amahai, sopir yang akan mengantar kami melambaikan tangan dari kejauhan. Dengan biaya yang cukup menguras isi kantung sebesar Rp 1.500.000 per mobil untuk pergi hingga pulang kembali dari Masohi menuju Desa Saleman rasanya seimbang dengan medan jalanan yang dilalui menyusuri perbukitan di jalanan aspal halus yang terkadang rusak dan pepohonan yang tumbang.

Lelah sudah di perjalanan yang cukup menguras tenaga, akhirnya bibir pantai Desa Saleman yang kami tempuh selama 2 jam di mana menjadi tempat menyeberang ke Pantai Ora terlihat. Dengan mengeluarkan uang Rp 150 ribu untuk kapal motor berkapasitas 12 orang menyeberang menuju Pantai Ora selama 8 menit saja.

SENDY ADITYA SAPUTRA Pantai Ora di Desa Saleman, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

Kilau Pantai Ora Menggoda Wisatawan Dunia

Air laut nan jernih dihiasi terumbu karang yang sangat terjaga keasriannya demi kelangsungan ekosistem biota laut, tebing-tebing karst yang menjulang tinggi ke langit diwarnai rimbunnya pepohonan nan hijau sungguh terbayarkan begitu tiba di Pantai Ora.

Ikan-ikan berkumpul seakan bermain di terumbu karang tepat di bawah dermaga, seakan indah dinikmati sambil berenang di air laut yang cukup dingin. Usai menikmati bawah laut yang eksotis, sambil bersenda gurau bersama teman dengan segelas kopi di sore hari cahaya khas sang mentari mulai berpadu dengan rimbunnya pepohonan nan hijau membiaskan kilau cahaya indah di Pantai Ora yang mampu mengundang wisatawan dunia untuk menghampirinya.

SENDY ADITYA SAPUTRA Pantai Ora di Desa Saleman, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

Teman dari Dinas Pariwisata Provinsi Maluku yang dulu sempat mengantar Duta Besar Finlandia untuk Indonesia bersama keluarganya, mengatakan kepada saya dubes itu kaget akan keindahan Pantai Ora, sampai anaknya tidak mau pulang kembali ke Jakarta. “Ada surga kecil di sini,” kata Duta Besar Finlandia.

Kian perlahan nama Pantai Ora mulai dikenal dunia, bukan hanya wisatawan domestik saja melainkan mancanegara ikut memenuhi kamar-kamar resort yang ada. Nah, jika ingin berkunjung ke Pantai Ora, penginapan per malam di sini pun beragam, mulai dari Rp 400 ribu untuk tipe rumah darat, Rp 450 ribu bertipe panggung dan Rp 750 ribu yang terapung. Dan untuk makan pagi, siang dan malam per orang hanya dikenakan biaya sebesar Rp 250 ribu per harinya

Sumber : Kompas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.