Kepintaran Si Bodoh

Kepintaran Si Bodoh

Banyak orang yang merasa lebih pintar dibandingkan orang lain, sehingga mereka sering menganggap remeh orang lain. Ukuran kepintaran seseorang hanya TUHAN yang mengetahuinya. Alangkah bijaksananya kita jika tidak menganggap diri sendiri lebih pintar dari orang lain. Di atas langit masih ada langit yang lain.

Seorang pengusaha sedang memotong rambutnya pada tukang cukur pada suatu waktu. Yang letaknya tak begitu jauh dari kantornya. Di sana, mereka melihat ada seorang anak berusia 10 tahunan yang sedang berlari-lari dan melompat-lompat. Tepat di depan tempat mereka berada.

Tak lama, tukang cukur berkata: “Itu Benu. Dia anak paling bodoh yang pernah saya kenal”

“Masak, apa iya?” jawab pengusaha itu.

Karena ingin membuktikan ucapannya, lalu tukang cukur memanggil si Benu. Ia kemudian merogoh kantongnya, dan mengeluarkan lembaran uang Rp 2.000 dan koin Rp.1.000.

Lalu tukang cukur itu menyuruh Benu memilih: “Benu, kamu boleh pilih dan ambil salah satu uang ini, terserah kamu mau pilih yang mana, ayo ambil!” kata si tukang cukur.

Benu melihat ke tangan tukang cukur. Ada uang Rp 2.000 dan Rp 1.000 di tangannya. Lalu, dengan cepat tangan si Benu bergerak mengambil uang Rp 1.000.

Tukang cukur dengan perasaan bangga (karena berhasil membuktikan kebodohan si Benu), lalu melirik dan berbalik kepada sang pengusaha dan berkata: “Benar kan yang saya katakan tadi, Benu itu memang anak terbodoh yang pernah saya temui. Sudah tak terhitung berapa kali saya ngetes dia seperti itu tadi, dan dia selalu mengambil uang logam yang nilainya lebih kecil,” katanya.

Setelah sang pengusaha selesai memotong rambutnya, di tengah perjalanan pulang tanpa sengaja dia bertemu dengan Benu. Karena merasa penasaran dengan apa yang dia lihat sebelumnya, sang pengusaha pun memanggil Benu dan bertanya: “Benu, kenapa kamu lebih memilih mengambil uang yang Rp 1.000 dari si tukang cukur tadi? Kenapa tak kamu ambil yang Rp 2.000″ Nilainya kan lebih besar 2 kali lipat dari yang Rp 1.000?”, tanya sang pengusaha penuh rasa penasaran.

Benu pun tertawa kecil berkata, “Saya tidak akan dapat lagi Rp 1.000 setiap hari, karena tukang cukur itu selalu penasaran kenapa saya tidak ambil yang seribu. Kalau saya ambil yang Rp 2.000, berarti permainannya selesai dan kapan lagi saya dapat uang jajan gratis setiap hari,” jawab Benu.

Sumber : TrimediaPost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.