Kenapa eksekusi (bukan Ide) yang akan membuat Anda sukses

Kenapa eksekusi (bukan Ide) yang akan membuat Anda sukses

Alasan kenapa banyak calon entrepreneur gagal adalah kerena mereka terlalu lama memikirkan ide mereka.

Anda mengetahui ide brilian untuk sebuah website / aplikasi smartphone baru? Sebuah ide yang Anda yakin akan menjadi tiket Anda untuk mencapai kesuksesan finansial. Sebuah konsep yang spesial, sangat Anda lindungi, sampai Anda membatasi diri Anda hanya membagikannya pada orang-orang kepercayaan Anda-kerahasiaan ini dibutuhkan untuk mencegah orang tidak bertanggun jawab merusak, mencemarkan, atau kemungkinan besar mencuri Ide brilian Anda?

Terdengar seperti Anda, atau seseorang yang Anda kenal? Hal diatas sangat menggambarkan diri saya selama masa awal perkembangan entrepreneur saya. Tapi berikut ini adalah rahasia yang lebih besar dari yang sedang Anda simpan: Ide yang besar dan luar biasa ada dimana-mana, dan sebagian besar tidak akan pergi kemana-mana. Jadi menjaga ide Anda dalam kegelapan tidak akan membuat perbedaan kepada kesuksesan Anda.

Pikirkanlah orang-orang yang pernah Anda kenal, yang sudah mencapai kesuksesan sebagai seorang entrepreneur dan tanyakan pada diri Anda sendiri, bagaimana mereka mencapai puncak profesionalitas mereka. Ya, memang ada beberapa yang kemampuan konseptualnya menjadi tiket mereka menuju kesusksesan. Tapi kebanyakan dari mereka, sukses datang di tempat dan waktu yang lebih biasa.

Jadi pertanyaan yang logis adalah, kenapa bisa begitu? Kenapa orang-orang yang memiliki ide besar  dan brilian tidak menghasilkan sesuatu yang besar? Setelah ditelaah, ada karakteristik yang membedakan orang-orang yang sukses, tapi itu adalah hal yang jauh dari sesuatu yang konseptual, dinamakan, kemampuan eksekusi yang brilian.

“Eksekusi” adalah istilah yang luas; dan tentunya, menyebutkan bahwa sukses bergantung padanya, kurang lebih sama dengan menyatakan bahwa kunci menuju bisnis yang baik adalah menjual lebih banyak dari apa yang Anda belanjakan: akurat, tapi tidak terlalu membantu.

Maksudnya disini adalah bukan untuk mendefinisikan kata “eksekusi”, tapi lebih untuk menganjurkan Anda mendefinisikan ulang definisi Anda tentang “bisnis.” Daripada memikirkan bisnis sebagai kata benda yang abstrak, cobalah memikirkannya sebagai kata kerja. Saat kita memikirkan sebuah kata benda, misalnya “mobil”, kita mengartikannya dengan memikirkan atribut yang kita asosiasikan dengan benda itu. Contohnya, model, warna, bentuk, kecepatan dan lain-lain. Lihatlah bahwa atribut-atribut ini statis dan tetap.

Tapi jika kita memikirkan kata kerja, seperti “menyetir”, kita akan lebih berfokus pada aksi dan prosedur. Contohnya, menginjak pedal gas; mengatur arah setir; mencapai dari lokasi A ke B. Hal-hal itu bukanlah atribut yang tetap, tapi lebih ke proses dinamis yang menentukan kecepatan dan cara kita berkendara. Jadi jika kita bisa memikirkan bisnis sebagai kata kerja, kita tidak akan terpaku pada atribut yang dinamis, dan lebih memberikan perhatian kepada proses-proses dinamis yang lebih berhubungan pada prestasi yang akan dicapai.

Terdengar simpel dan memang seperti itu, Dan lebih bebas. Banyak orang sudah memiliki pengalaman mendengar “seseorang sudah melakukannya.” Saat mereka membicarakan ide mereka. Seringkali itu menjadi momen yang menurunkan semangat dan mencegah entrepreneur untuk terjun lagi ke dunia startup. Jangan biarkan diri Anda menjadi seperti itu!

Seperti yang kita tahu, Pepsi ada jauh sebelum Cola; dan Hipstamatic adalah pendahulu Instagram; dan siapa yang ingat dengan website bernama Friendster? Dalam semua kasus ini, entrepreneur menemukan cara untuk mencapai hati konsumen mereka walaupun mereka bukanlah yang pertama. Pelajaran yang bisa didapat disini adalah tidak ada ide yang bisa menjaga masa depan sebuah bisnis, dan tidak ada ide yang cukup buruk untuk membawa malapetaka pada sebuah usaha yang baru dimulai.

Jadi, wahai entrepreneur muda (dan tua), majulah dengan semangat Anda; Motivasi Anda; Keyakinan Anda, dan konsep yang anda miliki. Saat ada yang meminta Anda untuk membagikan ide yang sedang Anda kerjakan, katakan pada mereka. Atau jika Anda lebih suka, katakan bahwa Ide besar yang membuat Anda tetap bersemangat adalah untuk membuat bisnis yang lebih baik dari orang lain. Lalu perhatikanlah mereka terbawa dalam lamunan untuk mencari konsep lain, selagi kebijaksanaan bisnis baru saja lewat di pikiran mereka. Jika saja ada produk untuk membantu mereka mengerti kapan mereka sedang melihat kebenaran di depan mata mereka.

Sumber : startupbisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.