Ken Arok “Cinta dan Takhta”

Ken Arok “Cinta dan Takhta”

Dibuang sejak kecil oleh ibunya, Ken Arok tumbuh besar dalam asuhan seorang penjahat bernama Ki Lembong. Ia pun tumbuh dalam dunia hitam kejahatan. Suatu saat, ia diambil sebagai anak angkat oleh Bango Samparan, seorang pejudi. Periode awal kehidupannya tersebut membuatnya terkenal sebagai perampok, pencuri, dan pejudi.

Namun, perlahan kehidupannya berubah setelah ia menemukan sosok yang membimbingnya. Ia menjadi orang yang lebih baik. Dengan arahan Dan Hyang Lohgawe, seorang brahmana pemilik sebuah padepokan, Ken Arok makin tersadar oleh kejadian-kejadian yang dilihatnya sendiri bahwa kekuasaan Tunggul Ametung makin memberatkan masyarakat. Dan Hyang Lohgawe pun merasa bahwa penggantian akuwu di Tumapel perlu dilakukan dan ia percaya Ken Arok-lah orang yang tepat.

“Ini bukan pengambilalihan kekuasaan, Arok,” sela Dan Hyang Lohgawe. “Ini adalah jalan untuk menempatkan orang yang tepat di tempat yang sesuai! Dan untuk melintasinya, kau harus berdiri di samping penduduk, meski penduduk tidak tahu kau ada bersama mereka. Tapi, jika saatnya tiba, kau harus berani memperlihatkan muka kepada mereka.”

Sejak itu, Ken Arok menapak mendekat menuju jalan sejarahnya dengan memasuki Pakuwon Tumapel. Berdasarkan arahan dari Dan Hyang Lohgawe pula, dengan rencana yang matang dan kecerdikan, Ken Arok akan menempati posisi tertinggi di pakuwon itu pada saat yang tepat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.