Jengkol Kuliner Nikmat Dari Indonesia

Jengkol Kuliner Nikmat Dari Indonesia

Ada yang tau apa itu Jengkol?

Menurut wikipedia Jengkol (Archidendron pauciflorum, sinonim: A. jiringa, Pithecellobium jiringa, dan P. lobatum) atau jering adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara. Bangsa Barat menyebutnya sebagai dog fruit. Bijinya digemari di Malaysia (disebut “jering”), Myanmar (disebut “da nyin thee'”), dan Thailand (disebut “luk-nieng” atau “luk neang”).[1] Masyarakat Indonesia mengenalnya sebagai bahan pangan.

Jengkol termasuk suku polong-polongan (Fabaceae). Buahnya berupa polong dan bentuknya gepeng berbelit membentuk spiral, berwarna lembayung tua. Biji buah berkulit ari tipis dengan warna coklat mengilap. Jengkol dapat menimbulkan bau tidak sedap padaurin setelah diolah dan diproses oleh pencernaan, terutama bila dimakan segar sebagai lalap.

Jengkol diketahui dapat mencegah diabetes dan bersifat diuretik dan baik untuk kesehatan jantung. Tanaman jengkol diperkirakan juga mempunyai kemampuan menyerap air tanah yang tinggi sehingga bermanfaat dalam konservasi air di suatu tempat.

Jengkol Kuliner Nikmat Dari Indonesia

Di asia tenggara ternyata jengkol sudah dikenal, entah bagaimana dengan negara tetangga lainnya di asia tenggara, Indonesia merupakan pengelola jengkol terbaik menjadi sebuah kuliner yang menggugah selera. Mungkin buat sebagian masyarakat indonesia jengkol sudah menjadi bagian dari kuliner namun ada sebagian masyarakat tidak menyukai jengkol karena effek setelah memakan buah ini adalah bau tidak sedap.

jengkol Balado
Jengkol Balado

Dulu saya sendiri tidak terlalu menyukai masakan ini karena baunya, namun akhir-akhir ini jika ada masakan jengkol ini terutama jika di buat sambal balado uh, rasanya menggugah selera hanya dengan nasi hangat dan jengkol balado pun makan terasa nikmat sekali.

Memakan kuliner jengkol ini memang tidak boleh berlebih, karena apa pun yang bersifat berlebih akan memberikan dampak negative terhadap kesehatan tubuh kita. Padahal mengkonsumsi makanan ini ternyata memiliki dampak positip loh yaitu untuk mencegah terjadinya sembelit, mencegah anemia, mengatasi penyakit diabetes, mengatasi penyakit jantung, dan juga baik untuk ibu hamil. Jengkol mengandung serat yang sangat baik untuk system pencernaan. Asupan serat yang tercukupi akan menghindarkan Anda dari sembelit.

Manfaat Jengkol Untuk Diabetes

Sembelit yang terlalu sering akan membahayakan kesehatan tubuh karena sembelit dapat mengakibatkan terjadinya kanker usus besar. Manfaat dari jengkol tersebut dapat diperoleh dengan mengkonsumsi jengkol secara langsung.

Manfaat lain dari jengkol adalah untuk mencegah anemia. Penyakit tersebut terjadi karena kekurangan zat besi. Jengkol mengandung zat besi yang cukup tinggi yaitu 4,7 gram setiap 100 g jengkol. Manfaat jengkol untuk diabetes karena kandungan zat pada jengkol dapat membuat kandungan gula dalam darah dapat turun dalam waktu yang tepat.

Manfaat Jengkol Untuk Jantung

Tentu saja cara menurunkan gula darah dengan mengkonsumsi jengkol harus diimbangi dengan pola hidup yang sehat. Salah satunya dengan mengurangi makanan yang memiliki kandungan zat gula tinggi. Jika Anda penggemar minuman dan makanan yang manis, maka Anda dapat menggantinya dengan gula jagung. Dengan melakukan pola hidup sehat, maka manfaat dari jengkol dapat optimal.

Manfaat jengkol untuk jantung karena adanya kandungan mineral ang tinggi pada jantung. Jenis penyakit jantung koroner lah yang dapat diatasi dengan mengkonsumsi jengkol. Jantung koroner terjadi karena adanya penyempitan pembuluh darah.

Penyempitan tersebut tentu saja akan membuat aliran darah menuju jantung menjadi tidak lancar. Kandungan mineral pada jengkol akan membuat pembuluh darah tidak mengalami penyempitan kembali. Manfaat dari jengkol tersebut tentu saja dapat diperoleh dengan mengolah jantung tidak menjadi overcook.

Manfaat Jengkol Untuk Ibu Hamil

Manfaat jengkol untuk ibu hamil yaitu sangat baik untuk pertumbuhan tulang pada janin dan juga dapat mencegah terjadinya sembelit. Kandungan kalsium pada jengkol memang cukup tinggi. Kalsium sangat penting untuk pertumbuhan tulang, termasuk tulang pada janin. Selain kalsium, kandungan serat pada jengkol juga sangat tinggi.

Ibu hamil akan semakin sering mengalami sembelit. Sehingga, dengan mengkonsumsi jengkol, maka ibu hamil akan terhindar dari sembelit. Manfaat jengkol bagi orang hamil juga harus dengan membatasi konsumsi jengkol. Sehingga, Anda juga akan terhindar dari efek negative dari jengkol.

Nah untuk urusan yang terlalu doyan dengan jengkol ini sebaiknya berhati-hati karena Kandungan nutrisi dalam biji jengkol :

Hasil penelitian menunjukkan, dalam biji jengkol terkandung nutrisi yang diperlukan oleh tubuh antara lain karbohidrat, protein, vitamin A, vitamin B, fosfor, kalsium, dan besi. Kadar protein dalam biji jengkol (23,3 gram per 100 gram bahan) melebihi kadar protein dalam tempe (18,3 gram per 100 gram bahan) sehingga jengkol dapat menjadi sumber protein nabati. Namun, selain kandungan nutrisi tersebut, ada kandungan senyawa dalam jengkol yang berisiko menimbulkan keracunan yaitu asam jengkolat.

Asam Jengkolat

Asam jengkolat atau jengkolic acid merupakan senyawa sejenis asam amino non-protein yang mengandung unsur sulfur. Adanya unsur sulfur ini menyebabkan asam jengkolat berbau kurang sedap. Kandungan asam jengkolat dalam biji jengkol bervariasi, tergantung varietas dan usia bijinya. Biji jengkol muda mengandung asam jengkolat relatif lebih sedikit daripada biji yang sudah tua. Pada biji jengkol tua terkandung asam jengkolat 1-2% dari berat bijinya. Sebutir biji jengkol mentah dengan berat 15 gram dapat mengandung sekitar 0,15 – 0,30 gram asam jengkolat.

Keracunan asam jengkolat

Mengonsumsi biji jengkol mentah atau setengah matang diduga berperan memberikan potensi risiko terjadinya keracunan jengkol karena asam jengkolat yang terkandung dalam biji jengkol mentah masih dalam keadaan utuh dan aktif. Namun demikian tidak semua orang yang mengonsumsi jengkol akan mengalami keracunan karena faktor utama penyebab kejadian keracunan akibat jengkol tergantung pada daya tahan tubuh seseorang, dalam hal ini kondisi lambungnya, bukan usia biji jengkol, jumlah jengkol yang dikonsumsi, atau cara memasaknya. Seseorang yang mengonsumsi jengkol dalam kondisi lambung yang asam akan lebih berisiko mengalami keracunan.

Keracunan jengkol dapat terjadi akibat mengkristalnya asam jengkolat dalam suasana asam yang bentuknya menyerupai jarum roset yang sukar larut dalam air, baik dalam suasana asam maupun basa. Kristal ini dapat menyebabkan penyumbatan pada saluran kencing (tractus urinarius) dan juga dalam ginjal sehingga pada kasus yang parah dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Oleh karena itu, asam jengkolat dikatakan bersifat nefrotoksik atau toksik terhadap ginjal.

Gejala keracunan asam jengkolat

Seseorang yang mengonsumsi jengkol umumnya akan menghasilkan bau jengkol pada napas, mulut, dan urinnya. Keluhan gejala akibat keracunan umumnya timbul 5–12 jam setelah seseorang makan jengkol. Gejala yang timbul dapat berupa nyeri perut yang kadang-kadang disertai muntah, serangan kolik dan nyeri saat berkemih, disuria (gangguan berkemih), dan hematuria (darah di dalam urin).

Adanya darah dalam urin disebabkan oleh adanya luka pada lambung, saluran kemih, bahkan ginjal akibat terkena kristal asam jengkolat yang tajam. Jika berlanjut, dapat terjadi gagal ginjal akut yang ditandai dengan fase oliguri-anuria (pengeluaran urin yang sangat sedikit hingga tidak dapat keluar), yang kemudian diikuti dengan fase poliuria (volume urin yang sangat besar dalam periode tertentu).

Keracunan asam jengkolat ringan (nyeri pinggang dan nyeri pada perut) umumnya dapat diobati dengan minum air yang banyak serta pemberian natrium bikarbonat 2 gram sebanyak 4 kali sehari secara oral hingga gejala hilang (asimptomatis). Sedangkan bila terjadi gejala keracunan berat (oliguria, hematuria, anuria atau tidak dapat minum), maka penderita perlu dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Pencegahan keracunan asam jengkolat

Untuk mencegah terjadinya keracunan akibat mengonsumsi jengkol, perhatikan hal-hal berikut ini:
  • Hindari mengonsumsi jengkol pada saat perut kosong (sebelum makan) dan/atau jangan disertai makanan/minuman lain yang besifat asam;
  • Hindari mengonsumsi jengkol dalam keadaan mentah. Sebaiknya jengkol dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi agar kandungan asam jengkolatnya dapat berkurang. Jengkol mentah mengandung asam jengkolat lebih banyak daripada jengkol yang sudah dimasak;
  • Biji jengkol dapat dipendam dahulu di dalam tanah sebelum dimasak agar kandungan asam jengkolatnya dapat berkurang;
  • Jangan mengonsumsi jengkol secara berlebihan, terutama bagi individu yang mengalami gangguan ginjal.

Nah itu positip dan negativenya mengkonsumsi jengkol, walaupun jengkol salah satu kuliner ternikmat dari Indonesia, sebaiknya kita lebih peka terhadap kesehatan tubuh kita. Menikmati kuliner boleh asal mengerti batasannya agar kita selalu dapat menikmati hidup ini dengan baik. Selamat menikmati jengkol kuliner khas dari Indonesia.

 Sumber : Berbagai sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.