Evakuasi Air Asia QZ8501 Sarana Promosi Alutsista

Evakuasi Air Asia QZ8501 Sarana Promosi Alutsista

Akhir-akhir ini di media masa sedang hot Evakuasi Air Asia QZ8501 yang dibantu beberapa negara sahabat. Seperti yang diungkapkan Direktur Konsuler Kemlu RI, Tri Tharyat bahwa ada 16 negara yang membantu dengan teknologi canggih mereka.

Jadi 10 negara terlibat dalam konteks investigasi dan SAR, lalu 6 negara di antaranya dalam konteks identifikasi korban. 10 Negara yang dimaksud adalah Amerilka Serikat, Jepang, Australia, Singapura, Korea Selatan, Malaysia, Rusia, Tiongkok, Prancis dan Selandia Baru. Bantuan dari mereka tidak hanya berupa kapal, heli dan pesawat, tapi juga tenaga ahli di bidang forensik dan investigasi. sedangkan 6 negara lagi yang menawarkan bantuan yakni dari Thailand, India, Vietnam, ‎Uni Emirat Arab, Inggris dan Kanada.

Dari proses bantuan tersebut beberapa negara membawa alutsista mereka yang canggih seperti Amerika dan Rusia, Amerika membawa kapal perang USS Sampson dan helikopter Sea Hawk. USS Sampson (DDG-102) adalah kapal destroyer kelas Arleigh Burke. Kapal buatan galangan Bath Iron Works ini diluncurkan pada tahun 2006 dan merupakan kapal Angkatan Laut AS keempat yang dinamakan untuk menghormati Laksamana William T. Sampson, pahlawan dalam perang Amerika Serikat-Spanyol. USS Shamson

Jika ditilik dari persenjataannya, USS Sampson tergolong warship papan atas. Pasalnya destroyer ini dilengkapi dengan sistem senjata strategis, diantaranya dilengkapi rudal jelajah BGM-109 Tomahawk. Ada lagi adopsi teknologi Aegis yang mengintegrasikan sensor kapal dan sistem senjata untuk menghadapi ancaman dari rudal anti kapal. USS Sampson dipersenjatai peluncur rudal VLS (vertical launch system) Mk 41, dan rudal anti serangan udara jarak menengah RIM-66 SM-2. Guna menghadapi kapal selam, tersedia rudal anti kapal selam RUM-139 VL-Asroc dan tabung triple torpedo MK46. Canggihnya lagi, Si Samspon dibekali dengan kanon reaksi cepat CIWS (Close In Weapon System)Phalanx kaliber 20 mm. Sementara, senjata ringan konvensional tetap ada di anjungan, seperti 2 pucuk kanon kaliber 25 mm dan 4 pucuk SMB (senapan mesin berat) 12,7 mm.130731-N-KA046-039

Pada Seahawk, karakteristik disesuaikan kebutuhan misi di lautan, diantaranya baling-baling dan ekor bisa dilipat, senjata perang laut, dan misi anti kapal selam. Hidung Seahawk nampak datar tidak terlalu banyak benjolan. Tampak kubah kecil di bagian tengah agak ke bawah. Kubah itu berisi datalink antenna. Disebelah kiri dan kanan kubah terdapat bentuk kubus yang tidak lain berisi perangkat AN/ ALQ 142 ESM (electronic support measure).

Elemen kecanggihan MH-60R bisa terlihat dari adopsi teknologi FLIR (forwad looking infra red), kemampuan penglihatan malam (NVG capability), Secure VHF/UHF communication, Inertial navigation system, data link, Enhanced Advanced Flight Control System (AFCS), dan sistem komunikasi berbasis satelit. Heli yang serba digital ini dibekali empat display layar berukuran 10 inchi pada kokpit. Lalu bagaimana dengan kombinasi senjata yang dibawa? Si Romeo dari Negeri Kangguru ini jelas sudah dibekali rudal anti tank Hellfire dan dan torpedo MK54. Australia secara keseluruhan memesan 24 unit MH-60R, dengan pesanan terakhir dijadwalkan akan diterima pada pertengahan 2016. Berikut spesifikasi teknis Seahawk MH-60R.

Nah satu lagi alutsista yang menarik dari evakuasi Air Asia QZ8501 ini adalah Pesawat Beriev BE-200 ini jet amphibi yang dapat mendarat di laut milik Rusia. Pesawat ini menurut saya sangat keren, dan seharusnya indonesia memilikinya. Spesifikasi pesawat Beriev BE-200 ini jet amphibi ini sebagai berikutberiev-be-200

pesawat Beriev Be-200 Altair buatan pabrikan Irkut (juga memproduksi Su-27 dan Su-30) asal Rusia. Pesawat Beriev Be-200 Altair yang mampu mengangkut 44 orang ini berdimensi panjang 32 m, rentang sayap 32,8 m, berat kosong 27.600 kg dan maksimal berat lepas landas 41.000 kg. Dengan dua mesin Progress D-436TP turbofans, pesawat ini terbang dengan kecepatan maksimal 700 km per jam dan jangkauan 2.100 kilometer.

Nah itu sebagian alutsista yang menurut saya sangat menarik dan wajib untuk di miliki oleh Indonesia, walaupun besar harapan saya sebagai warga Indonesia ingin melihat bangsa kita ini mampu memproduksi alutsista secanggih mereka, ya masa kita beli terus, kita yang seharusnya menjual teknologi ke bangsa lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.