Islam Hanya Ada Satu

Islam Hanya Ada Satu

Islam memang hanya ada satu, Islam ya Islam. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, saat kaum Muslimin menyebar ke seluruh penjuru dunia, maka muncullah identitas tampilan yang beranekaragam dari kaum muslimin tersebut sesuai dengan lokasi dan budaya dimana mereka menyebar. Lokasi yang berbeda melahirkan budaya dan tradisi yang berbeda pila. Misalnya, tradisi Muslim di Arab berbeda …

Continue reading →

Islam Nusantara: Agar Tidak Salah sangka (2)

Islam Nusantara: Agar Tidak Salah sangka (2)

Islam Nusantara dengan makna inilah (tarkib washfy) yang sering digunakan oleh mereka yang tidak suka dan anti dengan gagasan ini untuk menyerang dan mengkritiknya. Islam jenis ini dianggap Islam baru, berbeda dengan Islam genuine yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Islam ini dianggap bid’ah, mengada-ada dan merupakan “agama baru”. Mereka beranggapan Islam ini menafikan Islam asli.

Continue reading →

Islam Nusantara: Agar Tidak Salah sangka

Islam Nusantara: Agar Tidak Salah sangka

Islam Nusantara memang seksi untuk dibicarakan. Isu ini memancing banyak pihak untuk ikut bersuara, baik sekedar nimbrung berbicara, memberikan gagasan, maupun berbagi tanggapan dan kritik. Semua orang dari berbagai level dan kelompok membicarakan isu ini; dari para ahli sampai orang yang duduki santai di pinggir kali. Ada yang mengapresiasi isu ini dan mendukungya dengan sepenuh …

Continue reading →

Upaya Memahami Islam Nusantara

Upaya Memahami Islam Nusantara

Islam datang bukan untuk mengubah budaya leluhur kita jadi budaya Arab. Bukan untuk aku jadi ana, sampeyan jadi antum, sedulur jadi akhi. Kita pertahankan milik kita, kita harus filtrasi budayanya, tapi bukan ajarannya…” (Gus Dur)

Continue reading →

Islam Nusantara

Islam Nusantara

Islam Nusantara adalah ajaran langit yang membumi. Islam dan Arab adalah satu dan lain hal. Islam adalah agama, Arab adalah bangsa/budaya. Islam tidak selalu Arab, dan sebaliknya: Arab tidak selalu Islam. Memeluk Islam tidak harus dengan bermuluk-muluk dengan yang serba Arab, pun tidak perlu mengutuk-ngutuk yang serba padang pasir. Nusantara yang Bhinneka Tunggal Ika berpengalaman …

Continue reading →