Brand

Brand

Brand
Brand

Anda sebagai seorang pengusaha pasti memiliki sebuah produk yang akan dijual, untuk itu anda memerlukan sebuah brand yang dapat diingat oleh pelanggan anda untuk masa yang sangat panjang. Sebenernya apa itu brand? Menurut Prof. Subiakto Msc – Praktisi Branding, Iklan & Sutradara, Marketing Politik Brand adalah

  1. BRAND hanya dibutuhkan utk bisnis jangka panjang. Utk bisnis jangka pendek anda cukup punya produk
  2. Utk bisnis jangka panjang anda butuh Marketing-Skill. Utk bisnis jangka pendek anda cukup punya Sales-Skill
  3. Jadi BRAND sama dgn Marketing? Tidak. Brand tidak ada dlm Marketing-Mix
  4. Lalu BRAND itu apa?
  5. BRAND bukan produk
  6. BRAND bukan Logo
  7. BRAND bukan Merek
  8. BRAND bukan packaging atau kemasan
  9. BRAND bukan Iklan
  10. BRAND bukan promosi. Bonus atau hadiah
  11. BRAND bukan pameran
  12. BRAND bukan sosmed. Twitter, Facebook atau Instagram
  13. BRAND adalah hubungan emosi antara konsumen dgn produk anda melalui pengalaman pertamanya yg berkesan

Dari informasi tersebut, akan lebih jelas dan detail dari artikel yang ditulis oleh Bapak Subiakto ini sebagai berikut

Branding Tanpa Iklan

Sejatinya lahirnya brand diawali pengalaman pertama yang berkesan. Artinya, ada interaksi antara produk – konsumen. Jadi, untuk konsisten menjaga brand, pelaku UKM harus konsisten menghadirkan pengalaman pertama pada setiap pembelian. Sayangnya, banyak yang salah paham antara brand dengan iklan. Iklan hanya membangun “kesan pertama” sementara branding butuh “pengalaman pertama”. Tidak cuma kesan pertama. “Kesan pertama” dan “pengalaman pertama” adalah dua hal yang berbeda.

Ada yang percaya brand bisa dibangun lewat iklan dengan “kesan pertama”. Memang masuk akal karena brand itu letaknya ada di dalam persepsi. Namun, saya percaya “kesan pertama” tetap saja hanya “seakan-akan”. Bukan kondisi dan keadaan yang sesungguhnya.

Misalnya, jika produk X mengiklankan bahwa produknya bagus, sebenarnya produk X masih “seakan-akan” produk yang bagus. Kenyataannya, produk X belum tentu bagus sampai konsumen mendapat “pengalaman pertama” dan mengatakan bahwa produk X memang bagus.

Karena itulah, iklan berfungsi mengundang calon konsumen untuk berinteraksi dengan produk dan mendapat “pengalaman pertama” sampai akhirnya mereka mengatakan produk X bagus. Dengan kata lain, “pengalaman pertama” adalah pintu untuk pengulangan pengalaman-pengalaman yang lain. Setelah berinteraksi dan konsumen memiliki “pengalaman pertama” yang baik, maka mulai terbentuklahlah brand di otak konsumen.

Yang harus dilakukan oleh pelaku UKM adalah menjaga agar pengalaman kedua sama indahnya dengan “pengalaman pertama”. Konsumen yang puas akan menularkan “pengalaman pertama” yang akan memengaruhi calon konsumen lain untuk mencoba produk kita. Ini yang biasanya kita sebut denganendorsement. Jadi, tanpa iklan pun sebenarnya kita bisa membangun brand lewat cara konsisten menghadirkan “pengalaman pertama” yang baik kepada konsumen. Jika “pengalaman pertama” sudah berkesan, maka WOM akan beredar di socmed. Tidak perlu promosi lagi.

Tanya Jawab tentang Branding UKM

Saya akan mencoba menambah tulisan ini dalam format tanya jawab sehingga memudahkan Anda untuk memahaminya. Selamat menyimak!

T: Ada tips lagi agar branding efektif?

J: Ikut Komunal Brand (komunitas, desa, kota) anda

T (Tanya): Selain iklan, adakah alternatif lain yang disarankan untuk UKM supaya bisa menghadirkan kesan pertama?

J (Jawab): sosial media.

T: Apa kunci untuk meraih kesuksesan dengan pengetahuan dan pengalaman yang minimal?

J: Nyali dan kerja keras

T: Branding tanpa iklan, itu contohnya seperti apa?

J: Pengalaman pertama.

T: Bagaimana dengan strategi branding untuk bisnis jasa, apa yg harus diperhatikan?

J: Branding perusahaan jasa menurut pengalaman saya ada 5F: Focus, Fast, Flexible, Fun, Friendly

T: Apa beda UKM Mikro dan UKM Kecil?

J: UKM Mikro – Aset dibawah Rp 50 juta. Omzet kurang dari Rp 300 juta per tahun. UKM Kecil – Aset bersih Rp 50-500 juta. Omzet Rp 300 juta – Rp 2,5 miliar per tahun.

T: Bagaimana menciptakan brand jika yang kita miliki hanya common product? Misal roti.

J: Produk akan susah dibranding. Jika Anda indin membranding, produk Anda harus unik, relevan, danmeaningfull. Tidak bisa jika hanya produk massal dan umum. Karena produk yang umum mudah sekali untuk ditiru kompetitor Anda. Saat datang momen ketika produk Anda ditiru, branding kamu berhenti.

T: Viral marketing adalah salah satu cara yang murah dan efektif untuk UKM membangun brand, betul pak?

J: Betul

T: Intinya untuk common product, kita harus rajin-rajin mencari inovasi?

J: Kill your product before somebody else does (‘bunuh’ produkmu sebelum orang lain yang melakukannya).

T: Apa tips untuk UKM yang tidak kunjung populer di socmed? Sedangkan Socmed itu penting.

J: VIRAL – bukan populer. Itu adalah dua hal yang berbeda.

T: apakah packaging, promo, bonus-bonus termasuk dari “pengalaman pertama”?

J: Itu masih tahap merayu. Setelah itu baru “pengalaman pertama”. Ketika Pengalaman kedua tidak seindah pengalaman pertama maka brand masuk ke “Brand-Hell”.

Sumber : Brand

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.