Belajar dari Barry Kusuma

Belajar dari Barry Kusuma

Barry Kusuma 1Belajar dari Barry Kusuma: kontributor Getty Images berbagi tips menjadi travel blogger

Sudah biasa kita mendengar banyak orang yang memiliki hobi traveling, alias jalan-jalan. Siapa yang tidak suka jalan-jalan, melihat pemandangan indah, dan bertemu dengan orang-orang serta hal-hal baru. Banyak orang mengira bahwa traveling merupakan kegiatan yang menghambur-hamburkan uang. Akan tetapi, berkat kemajuan teknologi internet saat ini, hobi yang satu ini juga bisa menjadi sumber penghasilan. Salah satunya dengan menjadi travel blogger.

Travel blogger adalah mereka yang rajin berbagi cerita perjalanannya lewat blog pribadinya. Cerita perjalanannya bisa berisi banyak hal. Mulai dari tips mencapai suatu tujuan daerah/lokasi, kendaraan apa yang digunakan, barang/perlengkapan yang dibawa, hingga suka duka selama perjalanan. Berbeda dengan orang yang sekedar hobi jalan-jalan, atau traveler pada umumnya, seorang travel blogger biasanya mencatat secara detil hal-hal tersebut. Pada artikel ini, kami mempunyai kesempatan untuk mengulik cerita seorang travel blogger Indonesia yang cukup sukses bernama Barry Kusuma.

Di kalangan pecinta travel, Barry Kusuma dikenal sebagai travel blogger sekaligus fotografer. Mengutip dari Barry, dengan menjadi seorang travel blogger, seseorang bisa mewujudkan impiannya untuk mengunjungi tempat-tempat baru, sekaligus dibayar untuk melakukan hobinya tersebut. Saat ini, selain lewat blog pribadinya bernama Alam Budaya, ia juga kerap mengisi rubrik travel untuk majalah dan surat kabar. Ia juga merupakan kontributor kolom travel di forum online Kaskus. Perjalanannya keliling nusantara juga ia tuangkan dalam bukunya yang berjudul “15 Destinasi Wisata Terbaik di Indonesia“.

Barry sendiri mendalami profesi travel blogger secara full time sejak tahun 2011. Semenjak itu, ia mendapatkan uang dengan bekerja sama dengan sejumlah perusahaan smartphone dan kamera, baik itu sebagai buzzer (orang yang bantu mempublikasikan produk suatu perusahaan) ataupun dengan menjual hasil foto perjalanannya.

Bagaimanakah kisah awal mula Barry mendalami profesi ini? Mari kita simak ceritanya.

Cerita awal mula nge-blog

Memiliki hobi fotografi semenjak masa perkuliahan, Barry mendalami kegiatan ini dengan bekerja sebagai fotografer untuk salah satu majalah traveling di Indonesia. Hal ini membuka peluang bagi dirinya untuk berpetualang ke tempat-tempat baru secara gratis. Kala itu, ia tidak hanya mengambil foto untuk keperluan perusahaan, tapi juga untuk portofolio pribadi. Ia juga mengambil pekerjaan sampingan sebagai freelance fotografer untuk sejumlah hal seperti foto di kalender perusahaan dan foto produk.

Lama kelamaan, pekerjaan sampingan Barry sudah bisa memberikan pendapatan yang cukup untuk menafkahi hidup. Pada tahun 2007, ia memutuskan untuk keluar dari pekerjaan utamanya, dan mendirikan sebuah studio foto untuk menggeluti bidang fotografi komersil secara lebih serius. Berhubung kegiatan blogging sedang tren pada waktu ini, Barry pun ikut memulai aktivitas nge-blog seperti yang dilakukan teman-temannya.

Barry benar-benar serius menggeluti aktivitas menulis blog, hingga tidak jarang ia menolak klien karena sedang traveling. Sejumlah perusahaan pun sudah mulai menggunakan jasa blogging Barry untuk memperkenalkan produk mereka, hingga akhirnya pada tahun 2011 Barry kembali memutuskan untuk meninggalkan studio fotonya dan menjadi travel blogger secara full time.

Barry Kusuma

Travel blogger sebagai sumber penghasilan.

Saat ini, “senjata” yang digunakan Barry sebagai full time travel blogger adalah sebagai berikut:

  • Website Alam Budaya untuk membagikan kisah perjalanan Barry
  • Akun Flickr berisikan seluruh foto perjalanan Barry, yang bisa diakses melalui BarryKusuma.com
  • Akun Getty Images berisikan foto Barry yang lebih premium
  • Sebuah akun Twitter dan Instagram untuk berbagi aktivitas pribadi dan berinteraksi dengan follower

“Senjata” tersebut ia gunakan sebagai sumber penghasilan dengan cara membantu mempromosikan produk dari klien serta menjual karya fotonya. Uniknya, sumber penghasilan terbesar Barry berasal dari penjualan foto. Ingin tahu bagaimana Barry menggunakan “senjata” di atas sebagai sumber penghasilan? Mari kita bahas satu per satu.

Sejumlah perusahaan besar seperti produsen smartphone dan kamera menggunakan jasa Barry untuk mempromosikan produk mereka. Kerjasama ini dilakukan dalam dua cara. Pertama dengan menjadi buzzer, dimana Barry diminta untuk mempromosikan barang tersebut melalui media sosial dan memperoleh imbalan dalam bentuk uang atau barang.

Kedua dengan menjadi Key Opinion Leader (KOL), dimana ia akan terikat kontrak eksklusif dengan salah satu merek dalam kurun waktu tertentu. Misalnya satu tahun kontrak, selama masih dalam waktu kontrak, ia hanya diperbolehkan menggunakan merek tersebut.

Kemudian bagaimana cara Barry mempromosikan produk-produk tersebut?

Barry mempunyai cara kreatif mempromosikan produk kliennya. Ia tidak langsung mengajak semua pembacanya untuk membeli produk tersebut, tapi mencoba mengasosiasikan produk klien itu ke dalam aktivitas travelling. Contoh saja, ia akan menyebutkan bahwa ia berkeliling pulau Jawa menggunakan mobil merk kliennya.

Lalu pada tahun 2013, Barry menerima penghargaan sebagai “Creative Tourism Ambassador” dari Kementrian Pariwisata. Hal ini ia raih berkat kegigihannya membagikan kecantikan alam Indonesia melalui aktivitas blogging. Barry sendiri sebelumnya sudah sering menerima undangan untuk menghadiri, ataupun meliput acara-acara dari Kementrian Pariwisata.

Sejak itu, Kementrian Pariwisata sering meminta Barry untuk bepergian ke segala penjuru nusantara, lalu menceritakan perjalanannya tersebut lewat akun Twitter @indtravel. Selama tahun 2014, ia mendapatkan penghasilan tetap dari tugas mempromosikan pariwisata Indonesia. Dan traveling gratis itu juga ia manfaatkan untuk mengumpulkan stok foto perjalanannya.

Barry Kusuma 2

Barry memiliki dua sumber penjualan foto. Pertama bersumber dari Flickr, dimana perusahaan yang berminat dapat membeli foto-foto itu untuk keperluan company profile, maupun alat promosi seperti kalender, dan lain-lain. Kedua bersumber dari penjualan foto berlisensi di Getty Images. Setiap bulan ia memperoleh pemasukan royalti yang lumayan besar dari sini.

Sedikit cerita bagaimana Barry Kusuma bisa menjadi salah satu dari sedikit fotografer Indonesia yang bisa menjadi kontributor Getty Images. Awalanya ia mendaftarkan kedua website miliknya ke website Getty Images. Setelah kurang lebih satu tahun websitenya diamati, pihak Getty Images meminta Barry untuk mengirimkan foto dalam format CD ke kantor mereka yang berada di London.

Saat itu ia mengirimkan kurang lebih 100 foto. Getty Images memiliki kualifikasi berat, dimana mereka mengharuskan minimal 90 persen foto yang dikirim tidak memiliki noise dan berkualitas tajam baik dalam pencahayaan maupun komposisi foto. Barry pun berhasil melewati kualifikasi tersebut dan hingga kini foto-foto ada di website Getty Images.

Belajar dari pengalaman itu, Barry tidak pernah lupa membawa kamera DSLR agar dapat memperoleh hasil foto maksimal. Bahkan saat sedang menjadi KOL untuk produsen smartphone, ia tetap membawa kamera DSLR untuk mengambil foto pemandangan, sisi budaya, maupun arsitektur menarik yang ia temukan sepanjang perjalanan. Menurut Barry, visual itu penting, karena orang akan tertarik terlebih dahulu dengan gambar-gambar yang indah.

Jalan menjadi seorang travel blogger

Berbagai cara bisa ditempuh untuk menjadikan travel blogger sebagai pilihan jalan hidup. Akan tetapi, kunci utamanya adalah konsisten dalam berbagi. Menurut Barry, konsisten di sini berarti harus sabar dalam menjalani proses. Pada awalnya, sama seperti banyak bisnis lainnya, travel blogger juga biasanya harus mengeluarkan modal untuk traveling, baru bisa mendapatkan konten yang menarik dari perjalanan tersebut. Agar berbeda dengan blog perjalanan lainnya, carilah sudut pandang yang berbeda.

Profesi travel blogger juga dituntut untuk menjadi “one man show”, atau membutuhkan multi talenta. Tidak hanya piawai dalam menulis perjalanan saja, tetapi juga harus bisa memanfaatkan media sosial, serta rajin menyambangi komunitas-komunitas. Selain itu, ia juga harus bisa memotret, karena sebagian besar orang tertarik akan visual. Dan yang terakhir harus jago melakukan ‘marketing’ diri sendiri. Ia melakukan branding dirinya sebagai travel blogger dan fotografer dengan rajin berbagi melalui media sosial.

Bagi kalian yang ingin menjadi seorang travel blogger, berikut adalah lima tips lain yang diberikan oleh Barry Kusuma:

  1. Cintailah pekerjaanmu. Jika berawal dari suka tantangan, tidak akan berat. Dan kalau pada dasarnya kita sudah senang, seberat apapun jalan menjadi profesi travel blogger pasti akan terlewati.
  2. Jangan langsung mencari untung. Karena ini adalah investasi jangka panjang, menjadi seorang travel blogger itu sama seperti bisnis lain yang awalnya mengeluarkan modal. Berbeda dengan membeli gadget atau barang, traveling itu ibarat Anda membeli sebuah pengalaman.
  3. Buatlah konten yang unik dan sudut pandang yang berbeda dari umum. Semakin unik dan bagus kontennya, orang akan lebih mudah mengenali kita.
  4. Jangan terpaku untuk merilis karya di blog kita saja. Dunia ini tidak selebar daun kelor ibarat pepatah. Share foto dan artikel kita di forum yang populer sehingga lebih banyak orang yang membacanya.
  5. Be creative! Selain menulis, kita harus punya keahlian yang lain seperti memotret. Jadilah travel writer yang jago memotret, dan jadilah fotografer yang juga jago menulis.

Sumber : http://id.techinasia.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.