Apa Susahnya On Time

Apa Susahnya On Time

Dalam kegiatan sehari-hari pernahkah anda ngaret alias tidak on time alias terlambat dalam melakukan sesuatu, misalnya janji dengan klien jam 1 anda terlambat datang dengan berbagai alasan yang jelas-jelas itu hanyalah sebuah alasan. Pengalaman pertama saya mengalami ngaret ini adalah saat ada meeting dengan salah satu bank terbesar di negeri ini untuk mempresentasikan aplikasi yang ingin ditawarkan kepada bank tersebut, janji meeting jam 1 saya datang tepat telat 1.5 jam tentunya dengan alasan kondisi jalanan di jakarta yang sangat macet, memang waktu itu saya menempuh perjalanan dari bandara soekarno-hatta ke daerah semanggi membutuhkan waktu hampir 2 jam tanpa saya menduga adanya kemacetan di jalur tersebut.

terlambat-sifandy
Terlambat Datang

Sejak kejadian itu saya merasa malu kepada calon pelanggan dan tentunya dampak buruknya adalah kegagalan di penawaran saya karena kurangnya rasa tanggung jawab atas waktu tersebut. semenjak itu saya selalu berusaha datang lebih awal kalau perlu 1 jam sebelum agenda apa pun saya sudah hadir walaupun dengan resiko adanya pembatalan atau penundaan meeting mendadak yang membuat sakitnya tuh disini terasa sekali.

Ya inilah Indonesia kita memang masih belum terbiasa untuk hidup dengan kerja keras dan menghargai apa yang sudah dijanjikan, banyak sekali alasan yang dibuat hanya untuk menyelamatkan diri sendiri. Perilaku seperti ini berusaha saya hilangkan dari pribadi saya sendiri tentunya untuk memberikan pelayanan yang handal kepada pelanggan-pelanggan saya. Kepuasan pelanggan ibaratnya adalah merek yang sedang saya ciptakan untuk personal saya.

Jadi jika sudah membuat janji berusahalah untuk memenuhinya dengan tepat. sehingga tidak ada alasan apa sih susahnya on time.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.